Media Informasi Teknologi Pertanian Indonesia

Menjelajah Dunia Fauna

Sistem hidroponik DFT dibuat sebanyak 3 unit dengan menggunakan talang yang berukuran 4 m x 12 cm x 11.5 cm. Talang ditutup styrofoam dan dilubangi untuk meletakkan tanaman dengan jarak 20 cm. Tiap unit sistem hidroponik DFT menggunakan wadah nutrisi yang berbeda-beda yaitu box plastik bermesin pendingin, styrofoam dan ember. Sensor perekam otomatis suhu nutrisi dipasangkan pada masing-masing talang hidroponik DFT di setiap wadah nutrisi. Wadah nutrisi box plastik bermesin pendingin dipasang timer dengan rentang waktu 45 menit untuk menyala dan 30 menit untuk matikan box plastik bermesin pendingin. Selain itu, sensor untuk mengukur suhu dan RH udara juga dipasang di dalam dan di luar greenhouse. Pengisian larutan dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dan pengamatan setiap pagi atau sore hari. Hal ini dilakukan dengan cara mengukur penurunan atau pengurangan tinggi air larutan nutrisi yang dibutuhkan tanaman sebagai evapotranspirasi tanaman. 

Blog_Judul-Blog-151
Hidroponik

Greenhouse
Greenhouse ini memiliki panjang 390 cm dengan 4 penyangga di setiap sisi greenhouse dengan jarak 130 cm, lebar 126 cm, tinggi 170 cm dari tanah hingga batas atap, jarak penyangga hingga pipa hidroponik yaitu 100 cm dan atap yang berbentuk lingkaran dengan jari-jari 40 cm.

c12535b811e0d62b2598c95eaf8a8660
Green House

Persemaian Tanaman
Benih pakcoi, sawi, dan kailan disemai dengan menggunakan media rockwoll dan ditaruh di atas nampan, disiram air supaya tetap lembab. Semaian ditutup agar tetap gelap selama 24 jam. Setelah itu, tutup dibuka ketika semaian sudah mulai berkecambah, ditaruh di tempat yang terkena sinar matahari tetapi tidak sehari penuh. Untuk menjaga kelembaban, bibit disiram dengan air sesuai keperluan.

rockwool-sebagai-media-tanam-hidroponik
Persemaian

Pembuatan Larutan Nutrisi
Larutan nutrisi siap pakai dibuat dengan cara mencampurkan stok A, stok B, dan air dengan perbandingan 5 ml: 5 ml: 1 liter, untuk mendapatkan EC < 1000 μS/cm di awal pertumbuhan tanaman. Selanjutnya, EC larutan dinaikkan setiap minggu sesuaikebutuhan tanaman. Pengisian larutan dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dan pengamatan setiap pagi atau sore hari. Hal ini dilakukan dengan cara mengukur penurunan atau pengurangan tinggi air larutan nutrisi yang dibutuhkan tanaman sebagai evapotranspirasi tanaman.

PEMBUATAN%2BLARUTAN%2BNUTRISI%2BHIDROPONIK
Pembuatan larutan nutrisi

Penanaman
Bibit yang telah disemai kemudian dimasukkan ke dalam jelly cup yang telah dilubangi sisi samping dan bawah. Jelly cup berfungsi sebagai penyanggah tanaman di atas styrofoam agar tetap berdiri kokoh. Bibit yang sudah siap kemudian dipindahkan ke dalam talang yang sudah disediakan. Rockwoll diharuskan menyentuh larutan nutrisi agar akar bibit dapat menyerap unsur hara. Apabila ada bibit yang mati setelah ditanam maka perlu dilakukan penyulaman.

Media-Tanam-Hidroponik-Rockwool
Penanaman

Pemeliharaan Tanaman
Pemeliharaan tanaman dilakukan agar bibit yang telah ditanam pada sistem dapat tumbuh dengan optimal. Kegiatan pemeliharaan tanaman meliputi kegiatan penyulaman, pengontrolan EC dan pH, dan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Pengendalian terhadap OPT dilakukan secara manual. Jika pada saat penanaman terdapat serangan hama maka hama dimusnahkan dari tanaman.

cara-menanam-hidroponik
Pemeliharaan tanaman hidroponik

Pemanenan
Tanaman dipanen pada 28 hari setelah tanam (HST). Tanaman yang telah layak panen memiliki daun yang tumbuh subur, pangkal daun tampak sehat, serta ketinggian tanaman seragam dan merata. Panen dilakukan pada sore hari karena cahaya matahari tidak terlalu panas.

Pentingnya%2BPemanenan%2BDalam%2BSistem%2BHidroponik%2B1
Pemanenan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

| Designed by Colorlib